|
10 DARI 19 WACANA | HAL: 1
|
|
|
| Subjek: Tanggapan masyarakat terhadap Ekonomi Syariah |
| Dikirim tanggal 10-04-2010 pukul 08:58:49 WIB. |
| Oleh: kcxrcx |
| Dari Komputer: 125.163.118.81 [ 81.subnet125-163-118.speedy.telkom.net.i ] |
|
Sejauh ini... aku sedikit tau mengenai Ekonomi Syariah, dimna dalam Ekonomi Syariah terdapat traksaksi yang dapat menjanjikan para pelaku Ekonomi Syariah, di antaranya mengenai adanya sistem bagi hasil dalam traksaksi Perbankannya, dimana Ekonomi Syariah menjauhkan dari Riba yang mana Riba itu ada pada Ekonomi Konvensioanl.
yang menjadi bahan pertanyaan saya adalah, sejauh mana tanggapan masyarakat Indonesia mengenai sistem Ekonomi Syariah? dan bagaimana pula dengan sistem bagi hasil, jika kita melihat dari sisi keuntungan bahwa bagi hasil dalam sistematikanya tidak jauh berbeda dengan Riba...?? |
|
| [ Total Tanggapan: 0 ]
|
|
|
|
| Subjek: Re: Re: Umur |
| Dikirim tanggal 10-04-2010 pukul 08:53:19 WIB. |
| Oleh: kcxrcx |
| Dari Komputer: 125.163.118.81 [ 81.subnet125-163-118.speedy.telkom.net.i ] |
|
hari gni kok masih mikirin umur...
pikirin deh kehidupan kita yang didunia hingga akan seperti apa nanti kita di akhirat...
menghitung umur apalagi menghitung hari cuma KD yang tau... alias lagunya...
wahhh klu didunia kita menghitung umur bterus menerus dijamin deh, kepala bakalan botak n wahhh dunia jadi gak berarti..so, dari pada menghitung umur, hanya Allah SWT yang tau...kita sebagai manusia jalanin aja hidup sendiri...
1 lagi... biarpun kita pinter matematika n ilmu eksak lainnya, ga bakal kita tau kapan kita lewart.. semua hanya rahasia Allah SWT
Tulisan di atas adalah tanggapan atau komentar dari wacana angin_husni tanggal 20-10-2007 pukul 14:40:23 WIB. Dengan subjek Re: Umur |
|
| [ Total Tanggapan: 0 ]
|
|
|
|
| Subjek: Re: Re: Munafik! |
| Dikirim tanggal 06-03-2010 pukul 22:36:36 WIB. |
| Oleh: kcxrcx |
| Dari Komputer: 118.96.249.143 [ 143.static.118-96-249.astinet.telkom.net ] |
|
dalam suatu kondisi munafik itu diperlukan juga...
contohnya teman saya dalam suatu kondisi di saat dia sedang berduaan dengan lawan jenis (cewek), si cewek itu dalam kondsi mabok berattt, si cewek itu menunjukkan perilaku yang agresif & pesuasif...dan dapat ditebak apa yang diinginkan si cewek tersebut, dia mengajak tema saya untuk melakukan hubungam diluar nikah,,untungnya teman saya masih mempunyai iman yang tebal.
nahh dalam kondisi seperti diatas sikap munafik dapat menyelamatkan kita dari perbuatan yang melanggar norma agama..
Tulisan di atas adalah tanggapan atau komentar dari wacana ns_cbn tanggal 16-10-2008 pukul 13:01:49 WIB. Dengan subjek Re: Munafik! |
|
| [ Total Tanggapan: 0 ]
|
|
|
|
| Subjek: Ramadhan, Mari Kita Berubah dan Bangkit dari Keterpurukan |
| Dikirim tanggal 31-08-2009 pukul 06:37:12 WIB. |
| Oleh: KangYus |
| Dari Komputer: 202.70.55.161 [ 202.70.55.161 ] |
|
Bisa jadi hanyalah sebuah kebetulan bahwa tsunami keuangan global dengan episentrum di Amerika Serikat terjadi saat ummat Islam sedang menikmati gemblengan Allah melalui berbagai amal ibadah di bulan Ramadhan. Namun bisa saja, guncangan terhadap sistem kapitalis global yang ditandai dengan jatuhnya perusahaan sekuritas terbesar keempat di AS, Lehman Brothers, merupakan cara Allah berkomunikasi untuk menunjukkan betapa rapuhnya peradaban manusia di bawah hegemoni idiologi kapitalisme.
Secara cermat ayat-ayat kauniyah telah berbicara kepada seluruh manusia untuk menunjukkan rapuhnya kapitalisme tepat di titik yang menjadi kebanggaannya. Bukankah selama ini para pendukung dan penganjur kapitalisme senantiasa mengagung-agungkan keberhasilan mereka dalam membangun sistem perekonomian dunia hingga berhasil mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih beradab. Namun realitas menuturkan bahwa semakin hari dapat kita saksikan peradaban kapitalis kian menunjukkan tanda-tanda keruntuhannya.
Selama ini serangan para pemikir Islam terhadap peradaban kapitalis hanya menyentuh aspek ruhiyah atau moral kejiwaan yang tidak mendapatkan perhatian dari peradaban berbasis materi tersebut. Dampak dari peminggiran ide-ide ketuhanan pada peradaban kapitalis telah melahirkan generasi yang kering kerontang jiwanya. Keberhasilan di bidang materi yang dapat dicapainya harus dibayar mahal dengan kehampaan jiwa. Kegelisahan, kegundahan hati dan kekosongan jiwa adalah aksesoris dari peradaban berbasis idiologi kapitalisme.
Ustadz Sayyid Quthb dalam mukadimah tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengkritisi peradaban kapitalis dengan pandangan bahwa peradaban materialis tersebut tegak berdiri seperti burung yang mengepakkan satu sayapnya yang perkasa, sedangkan sayapnya yang lain lemah lunglai. Peradaban ini sukses mencapai kemajuan dalam bidang penemuan materi tetapi gagal di bidang nilai-nilai kemanusian. Peradaban berbasis idioligi kapitalis itu telah melahirkan kecemasan, kebingungan, berbagai penyakit jiwa dan saraf.
Kehampaan jiwa pada masyarakat peradaban kapitalis telah menghasilkan dekadensi moral luar biasa dan kejahatan kemanusiaan yang tak pernah terbayangkan. Seorang anak mampu membunuh orang tuanya hanya karena persoalan video game. Seseorang mengamuk di kampus dengan memberondongkan peluru dari senjatanya tanpa sebuah alasan yang jelas. Hubungan badan antara anggota keluarga sedarah mulai sering kita dengar. Pada gilirannya kehampaan jiwa pada masyarakat kapitalis tersebut akan meruntuh sendi-sendi peradaban materialis itu sendiri.
Demikianlah biasanya para pemikir Islam melakukan kritisi terhadap ide-ide kapitalis. Mereka menggap kapitalisme telah berhasil mencapai kemajuan di bidang materi tetapi gagal di persoalan ruhiyah atau kejiwaan. Namun akhir-akhir ini, khususnya di bulan Ramadhan, Allah telah membukakan jalan bagi para pemikir Islam untuk juga dapat menunjukkan borok-borok idiologi kapitalisme di bidang materi yang menjadi kebanggaan para pendukungnya.
Sampai hari ini kapitalisme masih gagal mendistribusikan kesejahteraan materi kepada seluruh warga dunia. Peradaban kapitalis gagal memberikan pemerataan kesejahteraan dan gagal melakukan pengentasan kemiskinan. Terjadi kesenjangan kehidupan antar negara, antar daerah dalam sebuah negara dan antar anggota masyarakat. Kegagalan kapitalisme sebenarnya sudah terlihat dari beberapa data statistik.
Seabrook (2003) pada bukunya The No-Nonsense Guide to World Proverty, sebagaimana dikutip oleh Dr. Dradjad H. Wibowo, mengungkapkan bahwa diperkirakan lebih dari 840 juta penduduk dunia mengalami malnutrisi dan enam juta balita meninggal setiap tahun sebagai akibatnya. Sekitar 1,2 miliar penduduk dunia hidup dengan penghasilan kurang dari US$ 1 sehari. Sekitar separuh penduduk dunia hidup dengan US$ 2 sehari. Sementara di lain pihak, penghasilan dari kelompok 1% terkaya di dunia setara dengan kekayaan 57% penduduk dunia.
Rapuhnya sistem ekonomi kapitalis sesungguhnya telah ditunjukkan melalui krisis dalam skala global yang telah terjadi berkali-kali. Setidaknya sejarah mencatata bahwa pada tahun 1930 pernah terjadi krisis ekonomi dunia. Pada tahun 1996-1997 terjadi kembali krisis keuangan yang melanda negara-negara Asia dengan di tandai rontoknya nilai mata uang beberapa negara Asia, termasuk Indonesia. Tentu masih segar dalam ingatan bahwa kita baru saja keluar dari krisis harga minyak mentah dunia. Melambungnya harga minyak dunia hingga ke tingkat US$ 147 telah memaksa Indonesia kembali melakukan kebijakan mencabut subsidi BBM. Terakhir adalah krisis subprime mortgage yang telah dimulai sejak 2006 dan kemudian menyebabkan runtuhnya beberapa kekuatan keuangan dunia.
Runtuhnya beberapa raksasa keuangan dunia di bulan Ramadhan 1429 H, mengisyaratkan kepada kita semua bahwa perubahan harus segera dimulai. Peradaban dunia tidak lagi bisa dipercayakan kepada ide kapitalisme. Kegagalan ide kapitalisme seharusnya sudah bisa diterka dengan mudah, karena ide tersebut lari dari fitrah manusia. Ide kapitalisme gagal menghargai manusia secara utuh. Kehidupan manusia tidak hanya di topang oleh aspek jasad dan akal. Perlu hadir sebuah peradaban manusia yang memberikan perhatian secara integral terhadap seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari akal, jasad hingga persoalan ruh atau moral.
Faktor utama yang melakukan pembusukan terhadap keberhasilan ide kapitalisme adalah tidak berperannya faktor moral. Kerusakan sistem kapitalis sebenarnya bersumber dari persoalan moral. Keserakahan yang berujung pada tindakan mementingkan diri sendiri dan kecurangan telah mendorong sistem kapitalis sedikit demi sedikit ke arah jurang kehancuran. Keserakahan telah mengakibatkan ide kapitalisme gagal mendistribusikan kesejahteraan. Korupsi yang telah mengakibatkan pengentasan kemiskinan di Indonesia berjalan di tempat juga dipicu oleh nafsu serakah.
Keberkahan bulan suci Ramadhan telah menunjukkan kepada kita bahwa perubahan sudah tidak bisa di tunda-tunda lagi. Saatnya memulai sebuah gerakan yang mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai moral agama ke dalam sistem perekonomian. Moral keagamaan akan berfungsi sebagai kendali terhadap nafsu serakahnya manusia. Mungkin ini rahasia besar mengapa bapaknya kapitalisme, Adam Smith, lebih dulu menulis buku tentang The Theory of Moral Sentiments sebelum The Wealth of Nations, rujukan para penganjur kapitalisme.
Mudah-mudahan Ramadhan 1429 H membawa angin perubahan dalam prilaku ekonomi. Para pedagang tidak lagi bertindak curang dengan mengurangi timbangan. Para pejabat dan birokrat mulai menghindarkan diri dari kejahatan korupsi. Para pegawai swasta mengedapankan kejujuran dalam melaksanakan perkerjaannya. Para pengusaha tidak lagi serakah dalam mengambil profit atau keuntungan dan mulai memberikan perhatian besar pada kesejahteraan karyawannya. Alangkah indahnya dunia tanpa keserakahan. Selamat Idulfitri 1429 H. Mohon maaf lahir dan batin. |
|
| [ Total Tanggapan: 0 ]
|
|
|
|
| Subjek: TIGA ALASAN MENGAPA PERAN LAZ/BAZ BELUM MAKSIMAL |
| Dikirim tanggal 30-10-2008 pukul 15:29:08 WIB. |
| Oleh: ss1611 |
| Dari Komputer: 125.160.77.213 [ 213.subnet125-160-77.speedy.telkom.net.i ] |
|
Ada 3 alasan mengapa tradisi membayar zakat tidak melalui Lembaga Amil Zakat/ BAZ:
1. Karena ketidak tahuan masyarakat tentang LAZ/BAZ itu sendiri, serta ketidaktahuan masyarakat tentang tradisi yang ia lakukan, mereka hanya tahu bahwa itu tradisi dan merasa tidak 'afdhol' manakala tidak sesuai dengan tradisi.
2. Tidak atau kurang percayanya masyarakat terhadap pengelolaan dan pengelola LAZ/BAZ tersebut. Seharusnya ini menjadi kritikan bagi praktisi LAZ/BAZ agar lebih menunjukkan kesungguhan bahwa mereka adalah lembaga yang terpercaya dan memegang amanah dengan baik serta profesional dalam menjalankan tugasnya, auditable dan transparan dalam penerimaan dan pemanfaatan dana ZIS ummat.
3. Kurangnya peran Ulama dan Tokoh Agama serta Pemerintah setempat dalam mensosialisasikan peran dan penting LAZ/BAZ serta pejelasan kurang efektif dan terarahnya tradisi yang dijalankan masyarakat saat ini, sebab dengan adanya lembaga yang kredibel dalam pengelolaan ZIS diharapkan akan memaksimalkan potensi ZIS yang diperoleh serta memaksimalkan manfaat atas penyaluran dana ZIS kepada sasaran yang tepat (8 asnaf) |
|
| [ Total Tanggapan: 0 ]
|
|
|
|
| Subjek: Re: sebaiknya bayar zakat dimana yah? |
| Dikirim tanggal 30-10-2008 pukul 15:24:46 WIB. |
| Oleh: ss1611 |
| Dari Komputer: 125.160.77.213 [ 213.subnet125-160-77.speedy.telkom.net.i ] |
|
Ada 3 alasan mengapa tradisi membayar zakat tidak melalui Lembaga Amil Zakat/ BAZ:
1. Karena ketidak tahuan masyarakat tentang LAZ/BAZ itu sendiri, serta ketidaktahuan masyarakat tentang tradisi yang ia lakukan, mereka hanya tahu bahwa itu tradisi dan merasa tidak 'afdhol' manakala tidak sesuai dengan tradisi.
2. Tidak atau kurang percayanya masyarakat terhadap pengelolaan dan pengelola LAZ/BAZ tersebut. Seharusnya ini menjadi kritikan bagi praktisi LAZ/BAZ agar lebih menunjukkan kesungguhan bahwa mereka adalah lembaga yang terpercaya dan memegang amanah dengan baik serta profesional dalam menjalankan tugasnya, auditable dan transparan dalam penerimaan dan pemanfaatan dana ZIS ummat.
3. Kurangnya peran Ulama dan Tokoh Agama serta Pemerintah setempat dalam mensosialisasikan peran dan penting LAZ/BAZ serta pejelasan kurang efektif dan terarahnya tradisi yang dijalankan masyarakat saat ini, sebab dengan adanya lembaga yang kredibel dalam pengelolaan ZIS diharapkan akan memaksimalkan potensi ZIS yang diperoleh serta memaksimalkan manfaat atas penyaluran dana ZIS kepada sasaran yang tepat (8 asnaf)
Tulisan di atas adalah tanggapan atau komentar dari wacana gie tanggal 30-10-2007 pukul 07:23:27 WIB. Dengan subjek sebaiknya bayar zakat dimana yah? |
|
| [ Total Tanggapan: 0 ]
|
|
|
|
| Subjek: Re: Munafik! |
| Dikirim tanggal 16-10-2008 pukul 13:01:49 WIB. |
| Oleh: ns_cbn |
| Dari Komputer: 125.163.99.248 [ 248.subnet125-163-99.speedy.telkom.net.i ] |
|
Munafik....
Munafik itu penyakit jiwa, penyakit hati yang kadang kita sebagai manusia tidak menyadari akan kehadirannya.
So...introspeksi diri aja termasuk orang munafik ato bukan
Jangan sampai sifat munafik ini bisa membuat orang lain sakit juga. Sekian...
Tulisan di atas adalah tanggapan atau komentar dari wacana KaProdiKPS tanggal 14-06-2007 pukul 14:54:47 WIB. Dengan subjek Munafik! |
|
| [ Lihat Tanggapan ] [ Total Tanggapan: 1 ]
|
|
|
|
| Subjek: Re: mana yang lebih kaya ? (kaya hati dan kaya harta) |
| Dikirim tanggal 18-06-2008 pukul 11:14:25 WIB. |
| Oleh: mansur |
| Dari Komputer: 124.81.213.21 [ 124.81.213.21 ] |
|
menurut saya yang paling penting itu kaya hati, tetapi untuk menciptakan kaya hati yang paling penting ekonomi harus bisa diatasi terlebih dahulu tertuma dengan keadaan ekonomi saat ini........! dan kalau bisa bagaimana mengabungkan kedua unsur ini supaya terciptanya seoarang yang mempunyai hati yang dermawan.
Sekian..........
Semoga bisa bermanfaat.
Tulisan di atas adalah tanggapan atau komentar dari wacana angin_husni tanggal 20-10-2007 pukul 14:57:10 WIB. Dengan subjek mana yang lebih kaya ? (kaya hati dan kaya harta) |
|
| [ Total Tanggapan: 0 ]
|
|
|
|
| Subjek: Re: seorang yang lajang wajib ngak bayar zakat Mal |
| Dikirim tanggal 09-11-2007 pukul 09:38:26 WIB. |
| Oleh: gie |
| Dari Komputer: 218.111.76.202 [ 218.111.76.202 ] |
|
ass, sdr. husni.
sebelumnya, persepsi mengenai profesi disamakan dgn pendapatan seseorang. kalo menurut saya, anda wajib bayar zakat mal kategori zakat pendapatan, sekalipun anda punya lebih dari satu profesi/kerja. dan ingat zakat hanya dikenakan sekali saja pada diri seseorang selama tahun yang bersangkutan.
Tulisan di atas adalah tanggapan atau komentar dari wacana angin_husni tanggal 04-11-2007 pukul 14:12:02 WIB. Dengan subjek seorang yang lajang wajib ngak bayar zakat Mal |
|
| [ Total Tanggapan: 0 ]
|
|
|
|
| Subjek: seorang yang lajang wajib ngak bayar zakat Mal |
| Dikirim tanggal 04-11-2007 pukul 14:12:02 WIB. |
| Oleh: angin_husni |
| Dari Komputer: 222.124.1.197 [ 197.subnet222-124-1.astinet.telkom.net.i ] |
|
sekarang timbul wacana dan perbedaan pendapat mengenai zakat mal(zakat profesi), ada yang membolehkan dan ada yang melarang, tapi yang jelas di jaman rosul belum ditemukan yang namanya zakat profesi. misalkan saya masih lajang, punya penghasilan, lantas cukup haul dan nisab, apa saya wajib menunaikan zakat profesi tersebut???????????
|
|
| [ Lihat Tanggapan ] [ Total Tanggapan: 1 ]
|
|
|
|
Halaman: 1 2 |
|
|